1. Pengertian keindahan:
Keindahan berasal dari kata indah, yang artinya bagus, permai, cantik, elok, dan sebagainya. Keindahan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Keindahan adalah identik dengan kebenaran. Keindahan kebenaran dan kebenaran adalah keindahan.
2. Membedakan antara keindahan sebagai suatu kualitas abstrak dan sebagai sebuah benda tertentu yang indah:
Untuk perbedaan makna keindahan, dalam bahasa Inggris sering digunakan istilah beauty (keindahan) dan the beautiful (benda atau hal yang indah). Dalam pembatasan filsafat kedua pengertian itu kadang-kadang dicampuradukkan saja.
3. Menyebutkan tentang keindahan yang seluas – luasnya:
Keindahan dalam arti luas merupakan pengertian semula dari bangsa Yunani dulu yang didalamnya tercakup pula kebaikan. Plato menyebut tentang watak yang indah dan hukum yang indah, sedangkan Aristoteles merumuskan keindahan sebagai sesuatu yang selain baik juga menyenangkan. Jadi, pengertian keindahan yang seluas – luasnya meliputi : keindahan seni, alam, moral, dan intelektual.
4. Menjelaskan nilai estetik:
Nilai estetik adalah nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan. Dalam dictionary of sociology and related sciences diberikan perumusan tentang value yang lebih terinci : kemampuan yang dipercaya ada pada sesuatu benda untuk memuaskan suatu keinginan manusia. Sifat dari sesuatu benda yang menyebabkan menarik minat seseorang atau sesuatu golongan.
5. Membedakan nilai ekstrinsik dan instrinsik:
Nilai ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya (instrumental/contributory value), yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu. Nilai instrinsik adalah sifat baik dari benda yang bersangkutan, atau sebagai suatu tujuan ataupun demi kepentingan benda itu sendiri.
6. Pengertian tentang kontemplasi dan ekstansi:
Keindahan dapat dinikmati menurut selera seni dan selera biasa. Keindahan yang didasarkan pada selera seni didukung oleh faktor kontemplasi dan ekstansi. Kontemplasi adalah dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah. Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan, dan menikmati sesuatu yang indah.
7. Menyebutkan toeri – teori dalam renungan:
a. Teori Pengungkapan oleh filsuf Italia Benedeto Croce (1886-1952)
“Art is an expression of human feeling” (seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia).
b. Teori Metafisik oleh Plato
“seni adalah tiruan dari suatu tiruan lain sehingga bersifat jauh dari kebenaran atau dapat menyesatkan”.
c. Teori Psikologis oleh Schiller
“asal mula seni adalah dorongan batin untuk bermain-main (play impulse) yang ada dalam diri seseorang”.
Kesimpulan:
Keindahan merupakan ciptaan Allah SWT. Keindahan tersusun dari berbagai keselarasan dan kebaikan dari warna, garis, bentuk, nada, dan kata-kata. Seseorang mengatakan bahwa sesuatu yang indah adalah sesuatu yang enak dipandang. Keindahan ada yang bersifat abstrak dan ada pula yang bersifat kongkret. keindahan dikatakan bersifat abstrak karena tidak dapat dilihat secara tiga dimensi. Tetapi hanya dapat dirasakan oleh setiap individu. Sedangkan keindahan yang bersifat kongkret adalah keindahan yang dapat dirasakan serta dilihat dengan panca indera kita. Contoh keindahan yang bersifat kongkret adalah keindahan gunung-gunung, keindahan bukit-bukit, keindahan lautan, dan lain-lain.
Keindahan sangat erat kaitannya dengan kehidupan manusia. Setiap harinya manusia selalu menggunakan kata “indah” dalam kegiatan sehari-harinya. Karena keindahan memang milik setiap manusia. Manusia itu sendiri sudah mengandung keindahan. Karena setiap manusia mempunyai nilai estetika masing-masing dalam dirinya. Keindahan yang ada pada diri manusia dapat bersifat kongkret maupun abstrak. Bersifat kongkret karena keindahan tersebut dapat dinikmati atau dipandang oleh orang lain. Contohnya: saat seseorang berpakaian. Saat itu orang tersebut harus teliti dan cermat dalam menentukan pakaian yang akan digunakannya. Seperti menentukan warna pakaian, motif pada pakaian tersebut. Karena dengan memakai pakaian yang sesuai dengan situasi akan tercipta suatu keindahan. Sementara itu yang bersifat abstrak hanya dapat dirasakan saja oleh orang lain. Contohnya: saat seorang mahasiswa sedang berinteraksi dengan dosennya, jika mahasiswa tersebut berbicara menggunakan kata-kata yang sopan, pasti dosennya akan menilai bahwa mahasiswa tersebut memiliki nilai estetika dalam tutur katanya.
Sumber :
Nugroho, Widyo dan Achmad Muchji. 1996. ILMU BUDAYA DASAR. Cetakan V. Gunadarma: Jakarta
http://id.wikipedia.org/wiki/Keindahan
PRIMA
Nama : Prima Septicahyo
NPM : 55410390
Kelas :1IA09
1. Pengertian Penderitaan
Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra yang artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau batin. Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Penderitaan akan dialami oleh semua orang, hal itu merupakan “resiko” hidup.
Penyebab penderitaan juga macam-macam. Ia datang kepada kita dalam bentuk sakit, gagal dalam usaha, diperlakukan secara tidak adil, mengalami duka cita karena kematian orang yang kita kasihi, musibah seperti bencana alam. Intinya ada banyak penyebab penderitaan. Apa pun penyebabnya, penderitaan selalu ada di kehidupan kita. Ia seperti bayang-bayang yang selalu menyertai hidup. Hanya orang yang sudah meninggal saja yang tidak mengenal dan mengalami penderitaan. Atau mungkin juga orang mati menderita. Kita belum tahu itu, karena kita belum mengalami sendiri.
2. Pengertian siksaan
Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rohani. Akibat siksaan yang dialami seseorang, timbullah penderitaan. Di dalam kitab suci diterangkan jenis dan anacaman siksaan yang dialami manusia di akhirat nanti, yaitu siksaan bagi orang – orang yang musyrik, syirik, dengki,memfitnah, mencuri, makan harta anak yatim, dsb.
3. Siksaan yang sifatnya Psikis
1. Kebimbangan dialami oleh seseorang bila ia pada suatu saat tidak dapat menentukan pilihan mana yang akan diambil.akibat dari kebimbangan seseorang berada dalam keadaa yang tidak menentu, sehingga ia merasa tersiksa dalam hidupnya saat itu.
2. Kesepian dialami oleh seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya sendiri atau jiwanya walaupun ia dalam lingkugan orang ramai. Kesepian ini tidak boleh dicampur adukkan dengan keadaan sepi seperti yang dialami oleh petapa atau biarawan yang tinggalnya di tempat sepi.
3. Ketakutan merupakan bentuk lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin. Bila rasa takut itu dibesar – besarkan yang tidak pada tempatnya, maka disebut sebagai phobia.
4. Pengertian kekalutan mental
Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental dapat dirumuskan sebagau gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang wajar.
5. Gejala – gejala seseorang mengalami kekalutan mental
1. Nampak pada jasmani yang sering merasakn pusing, sesak nafas, demam, nyeri pada lambung.
2. Nampak pada kejiwaanya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah.
6. Tahap – tahap ngangguan kejiwaan
1. gangguan kejiwaan Nampak dalam gejala – gejala kehidupan si penderita baik jasmani maupun rohaninya.
2. usaha untuk mempertahankan diri dengan cara negative, yaitu mundur atau lari, sehingga cara bertahan dririnya salah.
3. kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown) dan yang bersangkutan mengalami ngangguan.
7. Sebab – sebab timbulnya kekalutan mental
1. kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna, hal – hal tersebut sering menyebabkan yang bersangkutan merasa rendah diri.
2. terjadinya konflik social budaya akibat norma berbeda antara yang bersangkutan dengan apa yang ada dalam masyarakat, sehingga ia tidak dapat menyesuaikan diri.
3. cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan social.
8. Proses – proses kekalutan mental
1. positif : trauma (luka jiwa) yang dialami dijawa secara baik sebagai usaha agar tetap survive dalam hidup, misalnya melakukan shalat tahajud waktu malam hari untuk memperoleh ketenangan dan mencari jalan keluar.
2. negative : trauma yang dialami diperlarutkan atau diperturutkan, sehingga yang bersangkutan mengalami frustasi, yaitu tekanan batin akibat tidak tercapainya apa yang diinginkan. Bentuk frustasi antara lain :
a. Agresi, berupa kemarahan yang meluap – luap.
b. Regresi, kembali pada pola reaksi yang primitive.
c. Fiksasi, pembatasan pada satu pola yang sama (tetap)
Opini point 1 tentang apa itu penderitaan
Penderitaan itu adalah merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan atau suatu hal yang tidak disukai, baik secara jasmani maupun secara rohani. Semua orang pasti akan merasakan penderitaan, karena itu adalah sebagian dari beberapa perjalan hidup setiap manusia. seseorang yang mengalami penderitaan akan menganggu kejiwaannya, yang berdampak pada perubahan kehidupannya. Dampak itu bisa positif dan negatif tergantung seseorang tersebut dapat mengatasi penderitaannya atau tidak. Untuk itu setiap manusia dituntut untuk dapat menyelesaikan masalahnya dengan benar dengan cara berusaha dan berdoa, Karena setiap masalah pasti ada solusinya. Untuk menghadapi masalah yang nantinya jika tidak segera diselesaikan akan menjadi penderitaan, maka kita harus bersabar dan ikhlas untuk menghadapai semua itu.
Penderitaan dapat mengubah seseorang menjadi baik atau buruk terhadap kehidupannya. Kepribadian yang kuat dapat dengan mudah mempertahankan dirinya sendiri dari penderitaan, sedangkan kepribadian yang lemah dapat dengan mudah mengalami ngangguan kejiwaan, karena penderitaan sangat erat sekali dengan kejiwaan seseorang. Selain itu mental juga sangat berpengaruh dengan kejiwaan seseorang, karena ketidakmampuan seseorang untuk menghadapi persoalan yang sedang dihadapi. Untuk itu manusia butuh motivasi dan pencerahan dari seseorang atau biasa disebut curhat kepada orang lain. Oleh sebab itu, manusia adalah makhluk social yang tidak bisa hidup tanpa sesama makhluk khususnya manusia, karena makhluk yang mempunyai perasaan dan pikiran.
Sumber :
Nugroho widyo, Achmad muchji. 1996. Ilmu Budaya Dasar. Gunadarma. Jakarta.
http://artikel.sabda.org/penderitaan
NPM : 55410390
Kelas :1IA09
1. Pengertian Penderitaan
Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra yang artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau batin. Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Penderitaan akan dialami oleh semua orang, hal itu merupakan “resiko” hidup.
Penyebab penderitaan juga macam-macam. Ia datang kepada kita dalam bentuk sakit, gagal dalam usaha, diperlakukan secara tidak adil, mengalami duka cita karena kematian orang yang kita kasihi, musibah seperti bencana alam. Intinya ada banyak penyebab penderitaan. Apa pun penyebabnya, penderitaan selalu ada di kehidupan kita. Ia seperti bayang-bayang yang selalu menyertai hidup. Hanya orang yang sudah meninggal saja yang tidak mengenal dan mengalami penderitaan. Atau mungkin juga orang mati menderita. Kita belum tahu itu, karena kita belum mengalami sendiri.
2. Pengertian siksaan
Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rohani. Akibat siksaan yang dialami seseorang, timbullah penderitaan. Di dalam kitab suci diterangkan jenis dan anacaman siksaan yang dialami manusia di akhirat nanti, yaitu siksaan bagi orang – orang yang musyrik, syirik, dengki,memfitnah, mencuri, makan harta anak yatim, dsb.
3. Siksaan yang sifatnya Psikis
1. Kebimbangan dialami oleh seseorang bila ia pada suatu saat tidak dapat menentukan pilihan mana yang akan diambil.akibat dari kebimbangan seseorang berada dalam keadaa yang tidak menentu, sehingga ia merasa tersiksa dalam hidupnya saat itu.
2. Kesepian dialami oleh seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya sendiri atau jiwanya walaupun ia dalam lingkugan orang ramai. Kesepian ini tidak boleh dicampur adukkan dengan keadaan sepi seperti yang dialami oleh petapa atau biarawan yang tinggalnya di tempat sepi.
3. Ketakutan merupakan bentuk lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin. Bila rasa takut itu dibesar – besarkan yang tidak pada tempatnya, maka disebut sebagai phobia.
4. Pengertian kekalutan mental
Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental dapat dirumuskan sebagau gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang wajar.
5. Gejala – gejala seseorang mengalami kekalutan mental
1. Nampak pada jasmani yang sering merasakn pusing, sesak nafas, demam, nyeri pada lambung.
2. Nampak pada kejiwaanya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah.
6. Tahap – tahap ngangguan kejiwaan
1. gangguan kejiwaan Nampak dalam gejala – gejala kehidupan si penderita baik jasmani maupun rohaninya.
2. usaha untuk mempertahankan diri dengan cara negative, yaitu mundur atau lari, sehingga cara bertahan dririnya salah.
3. kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown) dan yang bersangkutan mengalami ngangguan.
7. Sebab – sebab timbulnya kekalutan mental
1. kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna, hal – hal tersebut sering menyebabkan yang bersangkutan merasa rendah diri.
2. terjadinya konflik social budaya akibat norma berbeda antara yang bersangkutan dengan apa yang ada dalam masyarakat, sehingga ia tidak dapat menyesuaikan diri.
3. cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan social.
8. Proses – proses kekalutan mental
1. positif : trauma (luka jiwa) yang dialami dijawa secara baik sebagai usaha agar tetap survive dalam hidup, misalnya melakukan shalat tahajud waktu malam hari untuk memperoleh ketenangan dan mencari jalan keluar.
2. negative : trauma yang dialami diperlarutkan atau diperturutkan, sehingga yang bersangkutan mengalami frustasi, yaitu tekanan batin akibat tidak tercapainya apa yang diinginkan. Bentuk frustasi antara lain :
a. Agresi, berupa kemarahan yang meluap – luap.
b. Regresi, kembali pada pola reaksi yang primitive.
c. Fiksasi, pembatasan pada satu pola yang sama (tetap)
Opini point 1 tentang apa itu penderitaan
Penderitaan itu adalah merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan atau suatu hal yang tidak disukai, baik secara jasmani maupun secara rohani. Semua orang pasti akan merasakan penderitaan, karena itu adalah sebagian dari beberapa perjalan hidup setiap manusia. seseorang yang mengalami penderitaan akan menganggu kejiwaannya, yang berdampak pada perubahan kehidupannya. Dampak itu bisa positif dan negatif tergantung seseorang tersebut dapat mengatasi penderitaannya atau tidak. Untuk itu setiap manusia dituntut untuk dapat menyelesaikan masalahnya dengan benar dengan cara berusaha dan berdoa, Karena setiap masalah pasti ada solusinya. Untuk menghadapi masalah yang nantinya jika tidak segera diselesaikan akan menjadi penderitaan, maka kita harus bersabar dan ikhlas untuk menghadapai semua itu.
Penderitaan dapat mengubah seseorang menjadi baik atau buruk terhadap kehidupannya. Kepribadian yang kuat dapat dengan mudah mempertahankan dirinya sendiri dari penderitaan, sedangkan kepribadian yang lemah dapat dengan mudah mengalami ngangguan kejiwaan, karena penderitaan sangat erat sekali dengan kejiwaan seseorang. Selain itu mental juga sangat berpengaruh dengan kejiwaan seseorang, karena ketidakmampuan seseorang untuk menghadapi persoalan yang sedang dihadapi. Untuk itu manusia butuh motivasi dan pencerahan dari seseorang atau biasa disebut curhat kepada orang lain. Oleh sebab itu, manusia adalah makhluk social yang tidak bisa hidup tanpa sesama makhluk khususnya manusia, karena makhluk yang mempunyai perasaan dan pikiran.
Sumber :
Nugroho widyo, Achmad muchji. 1996. Ilmu Budaya Dasar. Gunadarma. Jakarta.
http://artikel.sabda.org/penderitaan
PRIMA
nama :Prima Septicahyo
NPM :55410390
kelas:1IA09
1. Pengertian cinta kasih
Menurut kamus umum bahasa indonesia cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada), ataupun (rasa) sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.
2. Tiga unsur tentang cinta
1. Keterikatan ialah adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi dengan orang lain kecuali dengan dia.
2. Keintiman ialah adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada jarak lagi.
3. Kemesraan ialah adanya rasa ingin membelai atau dibelai, rasa kangen kalau jauh atau lama tidak bertemu, adanya ucapan-ucapan yang mengungkapkan rasa sayang.
3. Tiga tingkatan cinta
1. Cinta tingkat tertinggi adalah cinta kepada Allah, Rasulullah, dan berjihad dijalan Allah.
2. Cinta tingkat menengah adalah cinta kepada orang tua, anak, saudara, istri/suami, dan kerabat.
3. Cinta tingkat terendah adalah cinta yang lebih mengutamakan cinta keluarga, kerabat, harta, dan tempat tinggal.
4. Berbagai bentuk cinta
1. Cinta kepada thagut. Thagut adalah syetan, atau sesuatu yang disembah selain Tuhan.
2. Cinta berdasarkan hawa nafsu
3. Cinta yang lebih mengutamakan kecintaan pada orang tua, anak, istri, perniagaan, dan tempat tinggal.
5. Pengertian kasih sayang
Pengertian kasih sayang menurut kamus umum bahasa indonesia adalah perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang. Kasih sayang ini merupakan pertumbuhan dari cinta. Dalam kasih sayang sadar atau tidak sadar dari masing-masing pihak dituntut tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian, saling terbuka, sehingga keduanya merupakan kesatuan yang bulat dan utuh.
6. Pengertian kemesraan
Kemesraan berasal dari kata dasar mesra yang artinya perasaan simpati yang akrab. Kemesraan ialah hubungan yang akrab baik antara pria wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga. Kemesraan dapat menimbulkan daya kreativitas manusia. Dengan kemesraan orang dapat menciptakan berbagai bentuk seni sesuai dengan kemampuan dan bakatnya.
Tingkatan kemesraan dapat dibedakan berdasarkan umur, yaitu:
• Kemesraan dalam Tingkat Remaja, terjadi dalam masa puber atau genetal pubertas yaitu dimana masa remaja memiliki kematangan organ kelamin yang menyebabkan dorongan seksualitasnya kuat.
• Kemesraan dalam Rumah Tangga, terjadi antara pasangan suami istri dalam perkawinan. Biasanya pada tahun tahun wal perkawinan, kemesraan masih sangat terasa, namun bisa sudah agak lama biasanya semakin berkurang.
• Kemesraan Manusia Usia Lanjut, Kemsraan bagi manusia berbeda dengan pada usia sebelumnya. Pada masa ini diwujudkan dengan jalan – jalan dan sebagainya.
7. Pengertian pemujaan
Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada Tuhannya yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual. Dalam kehidupan manusia terdapat berbagai cara pemujaan sesuai dengan agama, kepercayaan, kondisi, dan situasi. Pemujaan-pemujaan itu sebenarnya karena manusia ingin berkomunikasi dengan Tuhannya.
8. Pengertian belas kasihan
Cinta agape adalah cinta manusia kepada Tuhan. Cinta Philia adalah cinta kepada ibu bapak dan saudara. Cinta Amor/eros adalah cinta antara pria dan wanita. Cinta terhadap sesama merupakan perpaduan antara cinta agape dan cinta philia. Cinta sesama ini diberikan istilah belas kasihanuntuk membedakan antara cinta kepada orang tua, pria-wanita, cinta kepada Allah. Dalam cinta sesama ini dipergunakan istilah belas kasihan, karena cinta disini bukan karena cakapnya, kayanya, cantiknya, pandainya, melainkan karena penderitaannya. Jadi kata kasihan atau rahmah berarti bersimpati kepada nasib atau keadaan yang diderita orang lain.
Kesimpulan yang ke 5
Kasih sayang adalah suatu perasaan dalam hati yang tulus dan muncul karena adanya rasa cinta antara makhluk dengan makhluk dan makhluk dengan benda mati untuk memperoleh kebahagiaan. Karena hidup kita harus bahagia agar hidup menjadi lebih bermakna. Kita perlu memiliki rasa kasih sayang agar kita dapat merasa empati dengan keadaan orang lain disekitar kita. Intinya Kasih sayang berawal dari makhluk yang hidup dengan penuh kebersamaan. Contohnya seorang ibu dengan anaknya atau seseorang yang sayang dengan hewan peliharaannya dan seseorang yang sayang akan benda kesayangannya.
Setiap orang pasti mempunyai rasa cinta dan kasih sayang yang sudah ada sejak lahir, karena rasa cinta diberikan oleh Allah untuk semua hamba-Nya. Rasa cinta dan kasih sayang yang telah diberikan oleh Allah harus dijaga dengan baik, karena betapa sucinya rasa cinta dan kasih sayang tersebut. Rasa cinta dan kasih sayang akan membuat seseorang rela melakukan apa saja demi kebahagiaan orang yang di sayanginya. Contohnya seperti sepasang kekasih yang rela berkorban demi kebahagiaan pasangannya; seperti seorang ibu yang berjuang antara hidup dan mati untuk melahirkan anaknya. Rasa cinta dan kasih sayang dapat mengalahkan rasa benci dan dendam. Rasa tersebut juga dapat meluluhkan kerasnya ego manusia. Tetapi sesungguhnya rasa cinta dan kasih sayang yang paling tinggi tingkatannya adalah rasa cinta hanya untuk sang Pencipta semesta yaitu Allah SWT.
Sumber :
1. http://tifany-tifa.blogspot.com/2010/10/pengertian-kemesraan.html
2. Nugroho, Widyo dan Achmad Muchji. 1996. ILMU BUDAYA DASAR. Cetakan V. Gunadarma: Jakarta
NPM :55410390
kelas:1IA09
1. Pengertian cinta kasih
Menurut kamus umum bahasa indonesia cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada), ataupun (rasa) sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.
2. Tiga unsur tentang cinta
1. Keterikatan ialah adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi dengan orang lain kecuali dengan dia.
2. Keintiman ialah adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada jarak lagi.
3. Kemesraan ialah adanya rasa ingin membelai atau dibelai, rasa kangen kalau jauh atau lama tidak bertemu, adanya ucapan-ucapan yang mengungkapkan rasa sayang.
3. Tiga tingkatan cinta
1. Cinta tingkat tertinggi adalah cinta kepada Allah, Rasulullah, dan berjihad dijalan Allah.
2. Cinta tingkat menengah adalah cinta kepada orang tua, anak, saudara, istri/suami, dan kerabat.
3. Cinta tingkat terendah adalah cinta yang lebih mengutamakan cinta keluarga, kerabat, harta, dan tempat tinggal.
4. Berbagai bentuk cinta
1. Cinta kepada thagut. Thagut adalah syetan, atau sesuatu yang disembah selain Tuhan.
2. Cinta berdasarkan hawa nafsu
3. Cinta yang lebih mengutamakan kecintaan pada orang tua, anak, istri, perniagaan, dan tempat tinggal.
5. Pengertian kasih sayang
Pengertian kasih sayang menurut kamus umum bahasa indonesia adalah perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang. Kasih sayang ini merupakan pertumbuhan dari cinta. Dalam kasih sayang sadar atau tidak sadar dari masing-masing pihak dituntut tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian, saling terbuka, sehingga keduanya merupakan kesatuan yang bulat dan utuh.
6. Pengertian kemesraan
Kemesraan berasal dari kata dasar mesra yang artinya perasaan simpati yang akrab. Kemesraan ialah hubungan yang akrab baik antara pria wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga. Kemesraan dapat menimbulkan daya kreativitas manusia. Dengan kemesraan orang dapat menciptakan berbagai bentuk seni sesuai dengan kemampuan dan bakatnya.
Tingkatan kemesraan dapat dibedakan berdasarkan umur, yaitu:
• Kemesraan dalam Tingkat Remaja, terjadi dalam masa puber atau genetal pubertas yaitu dimana masa remaja memiliki kematangan organ kelamin yang menyebabkan dorongan seksualitasnya kuat.
• Kemesraan dalam Rumah Tangga, terjadi antara pasangan suami istri dalam perkawinan. Biasanya pada tahun tahun wal perkawinan, kemesraan masih sangat terasa, namun bisa sudah agak lama biasanya semakin berkurang.
• Kemesraan Manusia Usia Lanjut, Kemsraan bagi manusia berbeda dengan pada usia sebelumnya. Pada masa ini diwujudkan dengan jalan – jalan dan sebagainya.
7. Pengertian pemujaan
Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada Tuhannya yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual. Dalam kehidupan manusia terdapat berbagai cara pemujaan sesuai dengan agama, kepercayaan, kondisi, dan situasi. Pemujaan-pemujaan itu sebenarnya karena manusia ingin berkomunikasi dengan Tuhannya.
8. Pengertian belas kasihan
Cinta agape adalah cinta manusia kepada Tuhan. Cinta Philia adalah cinta kepada ibu bapak dan saudara. Cinta Amor/eros adalah cinta antara pria dan wanita. Cinta terhadap sesama merupakan perpaduan antara cinta agape dan cinta philia. Cinta sesama ini diberikan istilah belas kasihanuntuk membedakan antara cinta kepada orang tua, pria-wanita, cinta kepada Allah. Dalam cinta sesama ini dipergunakan istilah belas kasihan, karena cinta disini bukan karena cakapnya, kayanya, cantiknya, pandainya, melainkan karena penderitaannya. Jadi kata kasihan atau rahmah berarti bersimpati kepada nasib atau keadaan yang diderita orang lain.
Kesimpulan yang ke 5
Kasih sayang adalah suatu perasaan dalam hati yang tulus dan muncul karena adanya rasa cinta antara makhluk dengan makhluk dan makhluk dengan benda mati untuk memperoleh kebahagiaan. Karena hidup kita harus bahagia agar hidup menjadi lebih bermakna. Kita perlu memiliki rasa kasih sayang agar kita dapat merasa empati dengan keadaan orang lain disekitar kita. Intinya Kasih sayang berawal dari makhluk yang hidup dengan penuh kebersamaan. Contohnya seorang ibu dengan anaknya atau seseorang yang sayang dengan hewan peliharaannya dan seseorang yang sayang akan benda kesayangannya.
Setiap orang pasti mempunyai rasa cinta dan kasih sayang yang sudah ada sejak lahir, karena rasa cinta diberikan oleh Allah untuk semua hamba-Nya. Rasa cinta dan kasih sayang yang telah diberikan oleh Allah harus dijaga dengan baik, karena betapa sucinya rasa cinta dan kasih sayang tersebut. Rasa cinta dan kasih sayang akan membuat seseorang rela melakukan apa saja demi kebahagiaan orang yang di sayanginya. Contohnya seperti sepasang kekasih yang rela berkorban demi kebahagiaan pasangannya; seperti seorang ibu yang berjuang antara hidup dan mati untuk melahirkan anaknya. Rasa cinta dan kasih sayang dapat mengalahkan rasa benci dan dendam. Rasa tersebut juga dapat meluluhkan kerasnya ego manusia. Tetapi sesungguhnya rasa cinta dan kasih sayang yang paling tinggi tingkatannya adalah rasa cinta hanya untuk sang Pencipta semesta yaitu Allah SWT.
Sumber :
1. http://tifany-tifa.blogspot.com/2010/10/pengertian-kemesraan.html
2. Nugroho, Widyo dan Achmad Muchji. 1996. ILMU BUDAYA DASAR. Cetakan V. Gunadarma: Jakarta
Langganan:
Postingan (Atom)