Read more: http://cheater-handal.blogspot.com/2011/05/cara-membuat-ucapan-selamat-tinggal-di.html#ixzz2VzHob9hY Manusia dan Pandangan Hidup | NOTE FOR LIFE

Manusia dan Pandangan Hidup

Prima Septicahyo
55410390
1IA09

1. Pengertian pandangan hidup dan ideologi:
Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.
Ideologi adalah apabila pandangan hidup itu diterima oleh sekelompok orang sebagai pendukung suatu organisasi. Jika organisasi itu organisasi politik, ideologinya disebut ideologi politik. Jika organisasinya itu negara, ideologinya disebut ideologi negara.

2. Macam-macam sumber pandangan hidup:
Pandangan hidup diklasifikasikan berdasarkan asalnya, yaitu:
a. Pandangan hidup berasal dari Agama, yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya.
b. Pandangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada negara tersebut.
c. Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.

3. Menjelaskan pandangan hidup umat Muslim:
Umat Islam mempunyai pandanagn hidup yaitu Al-Qur’an, Hadist, dan Ijmak Ulama, yang merupakan satu kesatuan dan tidak dapat dipisah-pisahkan satu sama lainnya. Umat Islam harus mengerti serta menghayati pandangan hidupnya tersebut. selain itu mereka juga harus mengabdikan pandangan hidupnya dan mengamankannya.

4. Pengertian cita-cita:
Cita-cita merupakan pandangan masa depan, merupakan pandangan hidup yang akan datang. Menurut kamus umum Bahasa Indonesia, yang disebut cita-cita adalah keinginan, harapan, tujuan, yang selalu ada dalam pikiran. Pada umumnya cita-cita merupakan semacam garis linier yang makin lama makin tinggi, dengan perkataan lain cita-cita merupakan keinginan, harapan, dan tujuan manusia yang makin tinggi tingkatannya.

5. Pengertian kebajikan:
Kebajikan adalah perbuatan yang selaras dengan suara hati kita, suara hati masyarakat dan Hukum Tuhan. Kebijakan berarti berkata sopan, santun, bebahasa baik, bertingkah laku baik, ramah tamah terhadap siapa pun, berpakaian sopan agar tidak merangsang bagi yang melihatnya. Kebajikan manusia nyata dan dapat dirasakan dalam tingkah lakunya.

6. Faktor-faktor pembentuk tingkah laku seseorang:
1. Faktor pembawaan (heriditas) yang telah ditentukan pada waktu seseorang masih dalam kandungan. Pembawaan merupakan hal yang diturunkan atau dipusakai oleh orang tua.
2. Faktor lingkungan. Lingkungan yang membentuk seseorang merupakan alam kedua yang terjadinya setelah seorang anak lahir. Lingkungan membentuk jiwa seseorang meliputi lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
3. Faktor pengalaman yang khas yang pernah diperoleh. Baik pengalaman pahit yang sifatnya negatif, maupun pengalaman yang sifatnya positif, memberikan kepada manusia suatu bekal yang selalu dipergunakan sebagai pertimbangan sebelum seseorang mengambil tindakan.

7. Pengertian usaha/perjuangan:
Usaha/perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita. Setiap manusia harus kerja keras untuk kelanjutan hidupnya. Sebagian manusia adalah usaha/perjuangan. Tanpa usaha/perjuangan manusia tidak dapat hidup sempurna. Kerja keras itu dapat dilakukan dengan otak/ilmu maupun dengan tenaga/jasmani atau dengan kedua-duanya. Kerja keras pada dasarnya menghargai dan meningkatkan harkat dan martabat manusia.

8. Tiga aliran filsafat:
1. Aliran Naturalisme
Aliran ini berintikan spekulasi, mungkin ada Tuhan mungkin juga tidak ada Tuhan. Apabila aliran ini dihubungkan dengan pandangan hidup, maka keyakinan manusia itu bermula dari Tuhan. Jadi, pandangan hidup dilandasi oleh ajaran-ajaran Tuhan melalui agamanya.
2. Aliran Intelektualisme
Dasar aliran ini adalah logika/akal. Manusia mengutamakan akal. Dengan akal manusia berpikir. Mana yang benar menurut akal itulah yang baik, walaupun bertentangan dengan kekuatan hati nurani. Dengan akal diciptakan teknologi.
3. Aliran Gabungan
Dasar aliran ini adalah kekuatan gaib dan juga akal. Kekuatan gaib artinya kekuatan yang berasal dari Tuhan, percaya adanya Tuhan sebagai dasar keyakinan. Sedangkan akal adalah dasar kebudayaan yang menentukan benar tidaknya sesuatu.

9. Pengertian keyakinan/kepercayaan:
Keyakinan/kepercayaan yang menjadi dasar pandanagn hidup berasal dari akal atau kekuasaan Tuhan.

10. Langkah-langkah berpandangan hidup yang baik:
1. Mengenal merupakan suatu kodrat bagi manusia yaitu merupakan tahap pertama dari setiap aktivitas hidupnya yang dalam hal ini mengenal apa itu pandangan hidup.
2. Mengerti terhadap pandangan hidup itu sendiri. Bila dalam bernegara kita berpandangan pada pancasila, maka dalam berpandangan hidup pada pancasila kita hendaknya mengerti apa pancasila dan bagaimana mengatur kehidupan bernegara.
3. Menghayati. Dengan menghayati pandangan hidup kita memperoleh gambaran yang tepat dan benar mengenai kebenaran pandangan hidup itu sendiri.
4. Meyakini. Merupakan suatu hal untuk cenderung memperoleh suatu kepastian sehingga dapat mencapai suatu tujuan hidupnya. Dengan meyakini berarti sacara langsung ada penerimaan yang ikhlas terhadap pandangan hidup itu.
5. Mengabdi. Jika kita sudah mengenal, mengerti, menghayati, dan meyakini pandanagn hidup ini, maka selayaknya disertai dengan pengabdian. Dengan mengabdi maka kita akan merasakan manfaatnya.
6. Mengamankan. Langkah yang terakhir ini merupakan langkah terberat dan benar-benar membutuhkan iman yang teguh dan kebenaran dalam menaggungkannya segala sesuatu demi tegaknya pandangan hidup itu.






Kesimpulan:
Dalam kehidupan, manusia harus mempunyai pandangan dalam hidupnya. Karena manusia yang hidup pasti mempunyai tujuan atau cita-cita yang ingin dicapai. Oleh sebab itu, manusia wajib mempunyai pedoman, arahan, dalam hidupnya agar cita-cita serta tujuan yang ingin dicapai dapat diraih dengan baik. Pandangan hidup harus dicapai dengan usaha dan doa agar cepat terlaksana.
Beberapa fungsi dari pandangan hidup atau pedoman antara lain: membantu manusia dalam menempuh kehidupan; membentuk kepribadian manusia yang bermoral atau sesuai dengan etika yang berlaku; serta menciptakan kehidupan yang penuh dengan kedamaian.
Banyak sekali sesuatu yang dapat dijadikan pedoman dalam kehidupan. Seperti halnya umat Islam berpedoman kepada Al-Qur’an, Hadist, dan Ijmak Ulama. Atau seperti negara kita ini, negara Indonesia berpedoman atau berlandaskan kepada pancasila sebagai dasar negara. Betapa pentingnya pandangan hidup dalam kehidupan manusia. Bayangkan apabila manusia hidup tanpa aturan, arahan, ataupun tujuan. Hidup manusia tidak akan sempurna dan sangat tidak bermakna. Manusia hidup seperi binatang. Hidup semaunya saja. Tidak adanya pedoman dalam kehidupan sama saja seperti hilangnya moral dalam tingkah laku manusia.
Untuk itu tanamkan dalam benak kita sebuah pandangan hidup yang positif, agar hidup kita juga menjadi positif. Apa yang kita pikirkan akan tercermin dalam tingkah laku kita sehari-hari , untuk itu berpikir positiflah. Jangan pernah berpikir negatif sekalipun.

Sumber :
Nugroho, Widyo dan Achmad Muchji. 1996. ILMU BUDAYA DASAR. Cetakan V. Gunadarma: Jakarta
1c3tee.wordpress.com/2010/05/17/pandangan-hidup-manusia/

0 komentar:

Posting Komentar