Read more: http://cheater-handal.blogspot.com/2011/05/cara-membuat-ucapan-selamat-tinggal-di.html#ixzz2VzHob9hY Manusia dan Keindahan | NOTE FOR LIFE

Manusia dan Keindahan

1. Pengertian keindahan:
Keindahan berasal dari kata indah, yang artinya bagus, permai, cantik, elok, dan sebagainya. Keindahan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Keindahan adalah identik dengan kebenaran. Keindahan kebenaran dan kebenaran adalah keindahan.

2. Membedakan antara keindahan sebagai suatu kualitas abstrak dan sebagai sebuah benda tertentu yang indah:
Untuk perbedaan makna keindahan, dalam bahasa Inggris sering digunakan istilah beauty (keindahan) dan the beautiful (benda atau hal yang indah). Dalam pembatasan filsafat kedua pengertian itu kadang-kadang dicampuradukkan saja.

3. Menyebutkan tentang keindahan yang seluas – luasnya:
Keindahan dalam arti luas merupakan pengertian semula dari bangsa Yunani dulu yang didalamnya tercakup pula kebaikan. Plato menyebut tentang watak yang indah dan hukum yang indah, sedangkan Aristoteles merumuskan keindahan sebagai sesuatu yang selain baik juga menyenangkan. Jadi, pengertian keindahan yang seluas – luasnya meliputi : keindahan seni, alam, moral, dan intelektual.

4. Menjelaskan nilai estetik:
Nilai estetik adalah nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan. Dalam dictionary of sociology and related sciences diberikan perumusan tentang value yang lebih terinci : kemampuan yang dipercaya ada pada sesuatu benda untuk memuaskan suatu keinginan manusia. Sifat dari sesuatu benda yang menyebabkan menarik minat seseorang atau sesuatu golongan.

5. Membedakan nilai ekstrinsik dan instrinsik:
Nilai ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya (instrumental/contributory value), yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu. Nilai instrinsik adalah sifat baik dari benda yang bersangkutan, atau sebagai suatu tujuan ataupun demi kepentingan benda itu sendiri.

6. Pengertian tentang kontemplasi dan ekstansi:
Keindahan dapat dinikmati menurut selera seni dan selera biasa. Keindahan yang didasarkan pada selera seni didukung oleh faktor kontemplasi dan ekstansi. Kontemplasi adalah dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah. Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan, dan menikmati sesuatu yang indah.

7. Menyebutkan toeri – teori dalam renungan:
a. Teori Pengungkapan oleh filsuf Italia Benedeto Croce (1886-1952)
“Art is an expression of human feeling” (seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia).
b. Teori Metafisik oleh Plato
“seni adalah tiruan dari suatu tiruan lain sehingga bersifat jauh dari kebenaran atau dapat menyesatkan”.
c. Teori Psikologis oleh Schiller
“asal mula seni adalah dorongan batin untuk bermain-main (play impulse) yang ada dalam diri seseorang”.




Kesimpulan:
Keindahan merupakan ciptaan Allah SWT. Keindahan tersusun dari berbagai keselarasan dan kebaikan dari warna, garis, bentuk, nada, dan kata-kata. Seseorang mengatakan bahwa sesuatu yang indah adalah sesuatu yang enak dipandang. Keindahan ada yang bersifat abstrak dan ada pula yang bersifat kongkret. keindahan dikatakan bersifat abstrak karena tidak dapat dilihat secara tiga dimensi. Tetapi hanya dapat dirasakan oleh setiap individu. Sedangkan keindahan yang bersifat kongkret adalah keindahan yang dapat dirasakan serta dilihat dengan panca indera kita. Contoh keindahan yang bersifat kongkret adalah keindahan gunung-gunung, keindahan bukit-bukit, keindahan lautan, dan lain-lain.

Keindahan sangat erat kaitannya dengan kehidupan manusia. Setiap harinya manusia selalu menggunakan kata “indah” dalam kegiatan sehari-harinya. Karena keindahan memang milik setiap manusia. Manusia itu sendiri sudah mengandung keindahan. Karena setiap manusia mempunyai nilai estetika masing-masing dalam dirinya. Keindahan yang ada pada diri manusia dapat bersifat kongkret maupun abstrak. Bersifat kongkret karena keindahan tersebut dapat dinikmati atau dipandang oleh orang lain. Contohnya: saat seseorang berpakaian. Saat itu orang tersebut harus teliti dan cermat dalam menentukan pakaian yang akan digunakannya. Seperti menentukan warna pakaian, motif pada pakaian tersebut. Karena dengan memakai pakaian yang sesuai dengan situasi akan tercipta suatu keindahan. Sementara itu yang bersifat abstrak hanya dapat dirasakan saja oleh orang lain. Contohnya: saat seorang mahasiswa sedang berinteraksi dengan dosennya, jika mahasiswa tersebut berbicara menggunakan kata-kata yang sopan, pasti dosennya akan menilai bahwa mahasiswa tersebut memiliki nilai estetika dalam tutur katanya.

Sumber :
Nugroho, Widyo dan Achmad Muchji. 1996. ILMU BUDAYA DASAR. Cetakan V. Gunadarma: Jakarta
http://id.wikipedia.org/wiki/Keindahan

0 komentar:

Posting Komentar